#sudahishaming by @kanyaid

Pada bulan desember 2018 lalu,  http://www.kanya.id/ membuat campign di Instagram mengenai body shaming dengan hastag #sudahishaming. Campaign tersebut ditujukan untuk para followers di Instagramnya @kanyaid dengan meng-upload foto diri disertai caption yang menceritakan pengalaman body shaming. Nah bagi 12 yang kisah inspiratifnya terpilih akan mendapatkan voucher ovo senilai Rp. 300.000.

Aku adalah salah satu followers @kanyaid mencoba membagikan kisah mengenai body shaming.  Berikut adalah caption panjang lebarku yang kucoba bagikan untuk para followersku di instagram, supaya pelaku-pelaku yang sering body shaming bisa jera dan menyudahi perbuatan buruknya itu. 

Kita tidak bisa meminta untuk dilahirkan dari keluarga mana dan juga memiliki fisik yang bagaimana. Semua itu adalah pemberia Ilahi. Tuhan menciptakan manusia dengan fisik yang berbeda-beda. Hebat bukan? Milyaran manusia yang ada di bumi ini tidak ada satu pun manusia yang sama persis dengan manusia lainnya. Jadi, fisik manusia itu berbeda-beda. Sifat manusia pun berbeda. Apalagi perasaan seseorang, hanya dia dan Tuhannya yang tahu. 
Tak layaknya fisik seseorang itu dikomentarin secara negatif oleh manusia lainnya. Mengapa? Karena fisik seseorang itu ciptaan Tuhan. Lantas, kenapa #bodyshamingberlaku, khususnya di Indonesia? Misalnya saja aku, dari kecil memang aku memiliki postur tubuh yang berisi dan tinggi. Ini adalah keturunan dari nenek aku yang notabene memiliki badan bongsor. Trus diwarisin deh ke cucu-cucunya wkwkw. Banyak orang mengatakan, "kamu gendut banget! Udah gendut item lagi"well, well.. Kemudian aku agak keki dikatain begitu. Trus mereka jawab, "elah, bercanda doang. Jangan baper!"
Well, kita tidak tahu perasaan seseorang ketika dikomentarin fisiknya secara negatif oleh orang lain. Mungkin niatnya bercanda, is it funny?
Dan ada beberapa case tentang #bodyshaming yang marak terjadi. Contohnya, berperang melawan jerawat yang dilalui oleh temen aku. Timbul banyak pertanyaan kepada dia "kok jerawat kamu banyak banget sih?" lantas ia terdiam membisu tak tahu mau jawab apa. Padahal dia sudah menjajal segala treatment untuk mengurangi jerawat. Dari pakai skincare merk ini, merk itu. Namun apa daya, belum jodoh sama skincare yang betul-betul bisa membumi hanguskan jerawat di wajahnya.
Kita tidak tau seberapa besar perjuangan seseorang dengan apa yang dilaluinya. Komentar-komentar negatif tentang fisik itu tidak bisa dianggap angin lalu saja. Bisa jadi penyebab menurunnya rasa percaya diri. Mental break down.
Yuk saatnya kita untuk #sudahishaming . Lebih baik berkomentar positif tentang seseorang daripada negatif. Mari kita ciptakan postive vibe kepada semua orang!
@kanyaid #kanyaid #bodyshaming#sudahishaming
Alhamdulillah di awal tahun ini aku mendapat kejutan dari @kanyaid ternyata aku menjadi salah satu dari 12 orang yang captionnya inspiratif tentang #sudahishaming ini. Dan, aku mendapatkan voucher ovo senilai Rp. 300.000. Thanks to @kanyaid !!!


Campaign ini sungguh inspiratif sebagai pengingat untuk diriku sendiri dan orang lain agar menggunakan lisannya secara positif. Agar tidak ada hati yang terluka atau muncul korban-korban lain karena kasus body shaming ini. Satu lagi harapanku, dengan campaign #sudahishaming ini untuk membuat kita agar lebih mencintai diri kita dan menerima fisik kita apa adanya. 




Post a Comment

silahkan berkomentar sesuka hati disini..

My Instagram

Copyright © Amirotul Choiriah . Blogger Templates Designed by OddThemes