Program Multi dan Mono KKn di Kemiriombo

by - 8:48 AM


Tanggal 14 Agustus, kami memulai mengerjakan proker-proker yang telah tertuang di lrk kami. Proker kami tidak sesuai dengan lrk karena beberapa dari kami mengganti proker karena hasil survey yang ternyata tidak sesuai dengan gambaran ketika mengerjakan lrk.
Proker kami kebanyakan di SD. Kami meminta waktu luang dari pihak sekolah untuk memberi materi ke anak-anak sd. Materi yang diberikan macam-macam. Sesuai dengan jurusan kami. Icin dari sastra inggris, mengajarkan bahasa inggris ke anak-anak, membuat pohon impian serta mengajak nonton film. Manda yang berasal dari jurusan sastra mengajarkan hiragana katakana, mengajarkan origami ke anak-anak dan memberikan materi tentang bahasa jepang. Aku jurusan perpustakaan memberikan pengarahan tentang budaya minat baca, aku meminta mereka untuk meningkatkan antusiasme anak-anak dalam hal membaca. Tidak hanya ucapan dari bibir saja, aku memberikan video supaya lebih menarik dan memancing mereka untuk tertarik dengan membaca. Aku membagikan stiker dengan tulisan yang menggerakan mereka untuk senantiasa membaca. Aku pun membantu membenahi perpustakaanya, miris sekali melihat perpustakaan yang tak terpakai. Buku-buku terbengkalai, malah terkesan kaya gudang. Padahal ruangannya cukup mumpuni untuk dijadikan perpustakaan. Tapi karena ketidaktahuan atau kurangnya rasa peduli dari pihak sekolah, perpustakaanya jadi terbengkalai. Akupun memberikan sumbangan yang telah kami berduabelas kumpulkan. Dari buku baru sampai bekas, kami memberikannya pada pihak SD 1 Kemiriombo.

            Nidza memberikan materi tentang pentingnya menabung untuk anak-anak. Dia memebrikan hadiah berupa celengan kepada anak-anak yang sekiranya aktif dalam menjawab ataupun antusias dengan materi yang Nidza berikan. Jecklin memberikan materi tentang kepemimpinan. Jurusan Jecklin adalah Hubungan Internasional, dikampus ia juga menjabat sebagai presiden BEM Fisip. Masalah kepemimpinan dia emang paling jago. Untuk anak-anak, kepemimpinan sangat diperlukan sebagai persiapan menyambut masa dewasa nanti. Akan lebih baik kepemimpinan dijejali saat masih anak-anak.
            Desta memberikan materi tentang bahaya korupsi. Anak-anak biar tahu bahaya korupsi sejak kecil supaya mereka tak melakukanya ketika udah gede nanti.  Semoga saja anak-anak paham dengan bahaya korupsi dan menerapkan ketika dewasa nanti. Sedangkan mba anggi memberikan materi tentang peta dunia kepada anak-anak. Sesuai dengan jurusannya Teknik Geodesi yang berhubungan dengan peta-peta. Mas ghany mengajak mereka bermain sebagai prokernya. Ini mengingatkan bahwa permainan tentang kerjasama satu tim, permainan yang dilakukan diluar rumah lebih baik daripada sekedar dirumah hanya dengan memainkan permainan di gadget. Karena masa anak-anak adalah masa bermain dengan teman sebaya dengan memainkan permainan lama supaya tak lekang tergerus jaman. Agar permainan daerah itu tetap lestari. Permainan yang khas Indonesia banget.

            Mas Khanif memberikan materi tentang tertib lalu lintas. Sebenarnya gak nyambung juga sih sama jurusannya, kan dia Teknik Sipil. Mas Khanif memberikan materi melalui PPT yang telah disediakan. Anak-anak antusias dengan materi yang diberikan apalagi dengan gambar-gambar lucu yang terselip. Ini penting untuk anak-anak desa. Aku sering melihat orang desa kurang patuh dalam berkendara. Walaupun gak ada polisi, patuh tata tertib lalu lintas ini diperlukan untuk keselamatan mereka. Bukan hanya sekedar karena takut di tilang polisi. Contohnya dari hal kecil yang sering dilupakan, yaitu pemakaian helm. Itu kan untuk kebaikan mereka, tapi terkadang orang desa kurang memperhatikan itu. Nah, materi yang diberikan mas Khanif ini semoga bisa menggugah hati anak-anak untuk senantiasa memperhatikan  ketertiban dalam berkendara. Banyak anak-anak yang berseliweran dijalan menggunkan motor, bahkan sekecil itu udah pada bisa.ckck.. aku aja bisa naik motor pas smp, di desa SD udah bisa naik motor.
            Proker-proker mono tidak hanya dilakukan di SD saja. tapi untuk warga desa pun kami jabanin. Tentunya proker sesuai dengan jurusan kami masing-masing. Nidza memberikan penyuluhan tentang perbukuan di warung kelontong untuk ibu-ibu. Mas Imam memberikan brosur ke rumah-rumah tentang hemat listrik. Dan banyak lagi proker-proker yang kami berikan kepada masyarakat untuk meningkatkan mutu dan kualitas dari sumber daya manusianya.

            Untuk program multidisplin, kami berduabelas memberikan penyuluhan tentang jamban dan UMKM. Di Aula yang telah disediakan desa, kami memberikan materi yang sudah kami bikin di PPT. Kami berbagi materi untuk disampaikan kepada perangkat desa yang kami undang.
            Untuk Desa Kemirombo, kami memberikan Neon Box bertuliskan kantor desa. kami memesanya di Semarang dan dengan uang kas yang sebelumnya sudah kami kumpulkan. Harganya lumayan untuk satu Neon Box, yakni 600ribu men!

You May Also Like

0 comments

silahkan berkomentar sesuka hati disini..