Menjadi Agen Call Center SNMPTN dan SBMPTN 2016

by - 10:51 AM

Kebanyakan orang bilang bahwa masa-masa paling indah adalah saat masa SMA. Namun bagiku tidak, justru yang paling indah adalah masa ketika kita duduk dibangku kuliah. saat kita kuliah kita sedang berada di posisi antara dikatakan dewasa, ya belum tentu juga, dikatakan anak kecil ya gak sesuai dengan kenyataanya. Belum terlalu dewasa tapi tidak mau dikatakan anak kecil. Dari pergulatan batin itulah yang akan membentuk diri kita.

Kuliah di perantauan mengajarkanku arti perjuangan. Merantau di Semarang untuk kuliah di Jurusan Ilmu Perpustakaan di Universitas Diponegoro membuatku mengerti makan hidup. Aku harus bisa bertahan sebagai anak kos, harus pintar untuk mengatur uang, karena kalau habis sebelum masa transferan rasanya tidak tega untuk memberatkan orang tua. Soalnya uang saku perminggu sudah dijatah orang tua, bagaimana pun juga harus pas seminggu. Hal itu lah yang mengajarkanku untuk hidup apa adanya, kalau mau beli sesuatu ya nabung. Kalau mau jalan-jalan kemana ya, puasa dulu.

Orang tuaku memang menjatah uang saku perminggu, mereka tidak mau memberiku sebulan penuh. Cause my parent know me so well. Kalau sebulan breg dikasih uang buat biaya hidup sebulan, dua minggu setelahnya bakal gak makan. Nah makanya tuh uang sakunya perminggu aja. Itu juga bisa melatihku untuk hemat. Maklum, pas-pasan. Gak bisa seenaknya untuk foya-foya. Paling banter di biaya makan. Aku orangnya gak bisa nahan leper dan mudah laper.

Setelah sidang skripsi, aku pun menunggu wisuda yang akan berlangsung bulan April. Jarak antara Januari sampai April cukup lama. Aku belum mau pulang kampung untuk membangun kotaku (ceilah), aku masih ingin menikmati masa perantauanku.

Aku pun ikut rekrutmen Call Center SNMPTN dan SBMPTN 2016 yang dilaksanakan di Undip. Dan alhamdulillah, aku lolos dan menjadi agen Call Center SNMPTN dan SBMPTN 2016. Proyek itu berlangsung bulan Januari sampai Mei. Cukuplah waktu ku sembari menunggu waktu wisuda.  Jujur saja, untuk pulang kampung dan menetap di Jepara (kampung halamanku) masih berat. Masih pengen di Semarang aja!


















Untuk menjadi agen call center  kita dituntut untuk memiliki kesabaran yang tinggi. Pelayanan terbaik kita persembahkan untuk masyarakat se-Indonesia yang ingin mengetahui informasi tentang SNMPTN dan SBMPTN. Para penelpon pun diantaranya dari pihak sekolah SMA/SMK/MA se-Indonesia dan para siswa/siswi. Tidak hanya telpon, layanan ini pun menggunakan tiket di web sehingga bisa melontarkan pertanyaan melalui website SNMPTN/SBMPTN. Jadi tugasku tidak hanya menerima telpon, tapi membalas tiket yang ada di masing-masing akun agen call center.

Banyak diantaranya yang komplain tentang sistem penerimaan SNMPTN dan SBMPTN. Aku sebagai agen harus tetap tersenyum menanggapi komplainan dari para pihak sekolah maupun siswa. Bahkan ada yang pernah menelpon sampai 20 menit lamanya hanya untuk sekedar komplain karena pendaftaran SNMPTN sudah selesai namun pihak sekolah tersebut belum mendaftarkan anak didiknya. Aku yang mendapati telpon tersebut hanya bisa menenangkannya dan minta maaf karena pendaftaran sudah ditutup.

Para penelpon tidak hanya dari jawa saja, bahkan dari luar jawa pun banyak yang memanfaatkan layanan ini. aku pun harus pasang kuping ekstra untuk menelaah pertanyaan apa yang diajukan penelpon kepadaku, khususnya para penelpon diluar jawa. Bukan maksud untuk mendeskriminasi, karena logatnya berbeda jadi aku harus berpikir keras untuk mencerna. Aku sendiri pun posisi di jawa jadi terbiasa dengan logat jawa atau indonesia, kalau diluar jawa kan aku gak terbiasa.

Tidak selamanya call center ini ramai akan penelpon, adakalanya sepi penelpon. Jadi dimanfaatkan untuk buka-buka lowongan kerja ataupun browsing-browsing di internet.
Menjadi agen call center bukan hanya sebagai batu loncatan untuk mendapatkan kerja lebih baik. Lebih dari itu, aku bisa belajar banyak hal dari sini. Apalagi ini pertama kalinya aku benar-benar bekerja sebagai tenaga profesional dengan menggunakan nametag dan pakaian formal serta bekerja selama 6 jam lamanya. Kadang shift siang kadang shift pagi, tergantung jadwal. Dan aku mendapatkan uang dari hasil kerja kerasku. Setidaknya aku tidak minta uang saku kepada orang tua selama aku bekerja sebagai call center ini. Dan beruntungnya lagi, di kantor pun aku mendapatkan makan dan snack. Makmur kan, lumayan anak kos! tapi kalau untuk kos-kosan tentu saja masih minta bantuan orang tua, karena gaji dari call center ini cukup untuk jajan dan biaya hidup sehari-hari. Setidaknya bisa membantu meringankan beban orang tua lah ya~

Para agen call center terdiri dari berbagai jurusan di Undip. Sehingga aku bisa menambah banyak relasi disini. Senangnya, teman makin banyak. Rata-rata memang mahasiswa tua yang menunggu wisuda atau jadwal kuliahnya sedikit dan yang sedang skripsian. Memang dipilih seperti itu, karena call center ini tidak main-main dan menuntut keprofesionalitasan yang tinggi. hal ini menyangkut nasib anak bangsa yang ingin kuliah melalui jalur SNMPTN/SBMPTN.
Jadi, tugas kita adalah jangan sampai salah memberi informasi kepada seluruh penduduk Indonesia!


You May Also Like

1 comments

silahkan berkomentar sesuka hati disini..