Sabar dan Ikhlas

by - 9:21 PM

Menulis hari ini diiringi oleh lagu Payung Teduh yang berjudul 'Kita Adalah Sisa Sisa Keihklasan Yang Tak Di Ikhlaskan'. 

Aku tidak mau membahas flosofi lagu itu tentang apa, namun tentang satu kata dasar yang melekat di lagu tersebut. Ikhlas. Gampang sekali kadang orang bilang, yaudahlah ikhlasin ajaaa.. Aku akui, ikhlas itu gak segampang ngomong. Diperlukan adanya dorongan yang kuat untuk ikhlas dan tulus dalam hati. Hm.. Ikhlas yang aku maksud susah adalah ikhlas untuk menerima apa yang tidak sesuai kita ekspektasikan, kehilangan orang yang kita sayang, ya semacam ikhlas itu lah. Beda halnya kalau kita sedekah atau menolong orang, aku yakin kita semua pasti ikhlas karena kita tidak mempunyai ekspektasi lebih kepada yang kita tolong.

Kadang, banyak harapan tersemat dalam diri kita untuk menjalani hidup. Setiap orang berhak untuk memiliki harapan. Bahkan itu diharuskan bagi seseorang untuk berjuang meraih apa yang ia semogakan. 

Tapi, kaki kita masih berpijak di tanah dan masih menjadi hamba Allah yang mana Ia lah pengatur kehidupan kita. Lantas, bagaimana harapan yang telah kita perjuangkan lewat usaha dan doa itu belum terwujud? ya Sabar. Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan dan bukan yang kita inginkan. Jika yang kita inginkan adalah kebutuhan kita, ya alhamdulillah.

Yang menjadi berat bagi kita adalah ketika kita berekspektasi namun Allah tidak mengabulkannya kepada kita. Terkadang susah sekali menerima itu semua. Ekspektasi kita runtuh seketika mendapati apa yang terjadi. Well, itulah ujian keimanan kita. Apakah kita masih percaya padaNya? Apakah kita akan marah padaNya? 

Hey guys!!! 
Selalu ingat bahwa Allah memberikan apa yang kita butuhkan. Jika hal itu tidak sesuai dengan keinginan kita, hmmm.... cobalah untuk ikhlas dan untuk menerima toh jika kita percaya sama Allah everything will be fine! 

Terkadang ketakutan menyergap. Berarti kepercayaanmu sama Allah belum 100%. Jika kita mempercayaiNya, niscaya hati kita akan aman tentram damai. Cobalah untuk husnudzon terhadap Allah. 

Usia sudah kepala dua, sudah dewasa banget yekan?
Nah saatnya untuk realistis terhadap kehidupan kita. Pernah baca di blognya Mbak Gita Savitri yang mana kehidupan ini seharusnya mengalir.. Just let it flow and dont get expectation higher cause if you fall down, and your expectation not catch you, youll be hurt! Ouch!

Remember the magic words for good life: Sabar dan Ikhlas.

*Semoga apa yang aku inginkan selama ini adalah yang aku butuhkan pula supaya Allah mau mengabulkan doa-doaku. Amiin! Jika tidak, semoga ada yang lebih baik yang aku butuhkan dan bisa ikhlas untuk menerima ketentuan dari Allah. 

hehehe, hidup itu simple tapi manusianya aja yang bikin rumit.
maaf ya Allah :(

You May Also Like

2 comments

  1. Bagus artikelnya. Membuatku menjadi yaaa terinspirasi. :)

    ReplyDelete

silahkan berkomentar sesuka hati disini..