Perayaan Ulang Tahun Saat KKN

by - 8:19 AM


11 Agustus adalah ulang tahun icin. Kami berkumpul di ruang tamu menunggu detik-detik pergantian hari untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada icin. Keeseokan harinya, icin merayakan ulang tahunnya. Mengajak kami refreshing sejenak untuk menikmati hingar bingar kota di Magelang. Perjalanan yang ditempuh cukup jauh. Tujuan kami ke Artos, salah satu mall terbesar di Magelang. Kami jauh-jauh kesana untuk ditraktir icin di solaria.
Sambil menunggu makanan datang, tak lelah kami bercanda-canda. Sebelumnya kami menonton film “The Dictators”. Film komedi tentang kediktatoran seorang pempimpin negara di wadaya. Logat arab yang sangat kental sering kami tirukan. Salah satu katanya yang terus kami dengungkan adalah “american si number wa’an (one)” dengan suara yang dibuat-buat sefasih mungkin menyerupai di film tersebut. Nah, ketika kami tengah asyik-asyiknya menirukan logat arab, tiba-tiba di solaria kedatangan pembeli dengan pakaian khimar. Dan beberapa orang itu tidaklah asli orang indonesia, tapi arab. Kami sedari tadi berceloteh tentang logat arab tiba-tiba menghentikan bercandaan kami dan ngakak bareng-bareng.

Kami membelikan kado icin berupa flatshoes yang kami beli di little things. Itu adalah persembahan kami untuk kenang-kenangan.Di artos aku meminta temen-temen untuk membeli buku supaya disumbangkan ke sekolah-sekolah. Mumpung ada diskon, lumayan murah meriah~ dan itu juga membantu keberhasilan prokerku tentang pengadaan buku untuk membantu sekolah-sekolah di Desa Kemiriombo yang memiliki sedikit buku untuk anak-anak. Padahal minat baca itu perlu loh, dan di desa ini minat nya kurang tinggi.
            Selain icin yang ulang tahun, ada satu teman kami yang ulang tahun tepat tanggal 17 Agustus. Dia adalah Agnes. Dia pun tak mau kalah untuk merayakan ulang tahunnya. Dia sudah memesan makanan disebuah restoran di kota temanggung. Tapi berhubung waktu itu ada acara di desa yang tak bisa ditinggalkan, kami pun tak jadi untuk merayakan ulang tahun agnes di restoran yang sudah ia siapkan. Makanan yang sudah ia pesan dibungkus dan dibawa pulang. Kami merayakannya di posko. Makan bersama dengan canda tawa yang membungkus malam itu. Agnes sempat nangis karena ia merasa telah dilupakan orang tuanya dihari spesialnya itu. Di meja makan ia tersedu-sedu. Empati kami pun muncul, kami memeluknya dan menenangkan.

You May Also Like

0 comments

silahkan berkomentar sesuka hati disini..