Makan Kerang Ijo di Pinggir Pantai Maron

by - 12:27 AM

udara dingin menyelimuti Tembalang. setelah mengikuti acara Asian Days, yang diadakan di gedung prof.soedharto.. aku dan teman-teman dari KSR berangkat menuju Pantai Maron, Semarang demi memenuhi undangan ulang tahun Naval Rescue.

undangannya pukul delapan pm. so, aku, mba Tika, Imam dan Eli berangkat duluan menuju Jati Ngaleh tempat dimana kita janjian sama Mas Ardi dan Atun yang rencananya akan bareng ke pantai maronnya. karena Mas Ardi ada sesuatu yang dikerjakan dulu jadi agak terlambat.

kami menunggu datangnya mas ardi dan atun. setelah menit berselang, mereka yang ditunggu-tunggu pun datang. waktu yang kami habiskan untuk menunggu mereka cukup lama. kami dari Tembalang pukul delapan pm, tapi mereka datang pukul sembilan pm. 

setelah sampai ditempat kami menunggu, ada sesuatu yang mengganjal di diri atun. ada sesuatu yang aneh. ada sesuatu yang terlupa. 
"Tun, helm mu manaaa?" kata ku dan teman-teman yang lain.
sontak, atun langsung gelagapan. "oh iya.. aduh ketinggalan.." atun meraba kepalanya yang kosong melompong tanpa helm.
kami semua menghela nafas atas perbuatannya atun. bisa-bisanya dia baru sadar ketika sudah turun. apa dijalan dia nggak berasa semriwing apa gimana ya.. untung lagi, nggak ada polisi yang jaga. berasa zonk. menunggu kami yang satu jam itu menghasilkan zonk. 

akhirnya atun dan mas ardi balik lagi ke Tembalang untuk mengambil helm. lantas kami berempat jalan dulu menuju bandara, tempat dimana anak naval rescue akan menjemput kami untuk menuju pantai maron. karena kami semua lupa jalan menuju pantai maron.

sampai dibandara. ini baru pertama kalinya aku menjejakan kaki di bandara. walaupun cuman diparkiran. tapi aroma pesawat yang lepas landas membuatku terkagum-kagum. banyak taksi yang berjejer-jejer disepanjang jalan. banyak mobil-mobil yang terparkir rapi. banyak toko-toko jajanan disepanjang bangunan bandara. kapan ya aku bisa masuk sana dan naik pesawat gitu? kapan ya?
"wahai jodohku kelak, tolong bawa aku ke perjalanan yang menggunakan pesawat dong.. kita jalan-jalan bareng.. hehe.. "


sampai parkiran bandara pun kami harus menunggu lagi. menunggu mas ardi dan atun datang. obrolan-obrolan gak jelas mengisi waktu menunggu kami. apalagi dengan adanya imam yang nyanyi-nyanyi gak jelas. membuat aku, mba tika dan eli ngakak terpingkal-pingkal. 

kemudian datanglah heru dan heri, dari naval rescue yang bertugas untuk menjemput kami. tapi berhubung mas ardi dan atun belum dateng juga.. kami menunggu lagi. heru dan heri permisi sebentar untuk menuju ke atm. lalu, tinggallah kami berempat lagi. gaje lagi. ketawa lagi.

yang dinanti akhirnya datang juga. mas ardi dan atun! akhirnyaa... atun sudah memakai atribut yang lengkap, helm! namun heru dan heri belum juga nampak batang hidungnya. akhirnya, kami menunggu lagi. namun menunggu kali ini formasinya sudah lengkap. aku, mba tika, eli, imam, mas ardi dan atun.

sebagai permintaan maaf, atun membawakan kami bakpao rasa coklat. haha.. karena aku sudah kenyang, aku nggak ngambil deh~

beberapa menit yang kami habiskan untuk menunggu, akhirnya heru dan heri datang juga. lalu kami langsung beranjak dari tempat parkir bandara ini menuju pantai maron. 

kami melewati perumahan yang sepi banget. suasana gelap dan mencekam. ihi.. lebay. perjalanan ini lumayan menempuh waktu yang lama. pada waktu itu pukul setengah sebelas pm.

karena jalannya jelek, gelap dan licin karena sehabis hujan, kita pindah posisi boncengan. yang awalnya aku sama mba tika, kini aku diboncengin sama heri. jalannya ekstrim banget. kanan kiri tambak. jalannya cukup lebar sih, tapi batu-batu dan terdapat genangan-genangan air yang licin. gak seimbang sedikit saja, bisa-bisa jatuh tersungkur. namun alhamdulillah, kami semua baik-baik saja. sampai pada tempat camp dengan selamat sentausa. 

kami disambut oleh anak-anak naval. ada pula api unggun yang menyala dengan indahnya dimalam itu. disana acarany santai. tidak formal. asal tahu aja, tamu yang diundang diacara ini cuman KSR Undip! 

suara ombak menderu dengan kencang menghasilkan nyanyian pantai yang sangaat indah. angin laut yang sepoy-sepoy dipadu dengan panasnya api unggun yang membara, membuat malam ini sungguh menawan. sayang, tak ada bintang yang jadi aksesoris malam. bulan pun terlihat malu-malu untuk menampakkan dirinya. overall, oke. 

kami ngobrolngobrol bareng anak naval. berbagi pengalaman. bercanda-canda. sampai kita lupa waktu. hari semakin larut. udara dingin dengan kuat menyeruak tubuh.

dan untuk acara selanjutnya adalah mendekatkan diri dengan alam. anak-anak naval berangkulan, berjalan bersama menuju laut. ombak yang waktu itu berdentum keras tak mematahkan semangat anak naval untuk melakukan ritual itu. kemudian mereka merendamkan diri kelaut. bayangin saja, ini larut malam bray. nggak kebayang betapa dinginnya air laut plus angin laut. mereka mendekatkan diri dengan alam secara khidmat.

aku melihat biru-biru bersinar terang di laut. ternyata itu adalah plankton yang berjalan. bagus banget. ditengah gelap malam ada biru-biru seperti cahaya shapire blue, bergerak di antara ombak-ombak. ah, itu pertama kali melihat fenomena itu.

menit berlangsung tanpa henti. ombak yang awalnya masih di bibir pantai, mulai naik kedaratan. aku yang tengah berdiri, lebih sering mundur untuk menjauhi ombak. sudah mundur, ombak mendekat lagi. aku mundur lagi. ini namanya air laut mulai pasang.

setelah melakukan ritual mendekatkan diri ke alam itu, anak naval kembali ke daratan. saatnya makan bersama hasil bakaran yang sebelumnya sudah disiapkan! menunya ada ikan bakar dan kerang ijo.

awalnya aku agak jijik dengan kerang ijo. karena belom terbiasa saja. kerang yang sering aku makan adalah kerang kecil-kecil. namun disini adanya kerang ijo yang bentuknya lumayan besar dan daginya gede.

aku coba buka kerang ijo satu. satu gigitan, dua gigitan..  nyamm... ternyataa... enaaaakkk!!!! bikin nagih. aku nambah lagi, lagi dan lagi.. hehe.. ternyata rasanya sedep banget. nyesel dulu-dulu memandang remeh kerang ijo ini. aseli, enak banget. 

nyamuk yang ganas dan nakal sering curi curi kesempatan untuk menghisap darahku. kakiku jadi gatel-gatel. luka yang menganga di punggung kakiku, jadi terbuka. karena gatelnya bekas gigitan nyamuk itu dan membuatku harus menggaruk dengan sadis, sehingga  luka yang telah jadi keloid itu terbuka. jadi perih :(

pukul tiga am, kami memutuskan untuk pulang. hari sudah mulai pagi dan kantuk sudah sulit dikendalikan. sebetulnya pengen nginep disana, tapi.. tenda yang disediakan sepertinya kurang mencukupi. jadi, kami memutuskan untuk kembali ke Tembalang. foto-foto bersama sunrise yang sebelumnya sudah direncanakan, gagal.. menjadi harapan saja. 

kami pulang ke Tembalang bareng sama anak naval rescue juga. sampe kosnya Blue (waktu itu aku nginep dikosnya Blue) langsung deh, nunggu adzan subuh.. lalu sholat, langsung terkapar di kasur. tidur nyenyak.zzzz....

You May Also Like

0 comments

silahkan berkomentar sesuka hati disini..