Tanah Lot, Bali

by - 11:14 AM

Tuhan tak pernah main-main dengan hambanya.
Pembukaan tulisan ini sangat wow ya, by the way! Ini adalah kesempatan bagiku sebagai staff baru yang masih ingusan untuk menjadi pendamping siswa-siswi piknik di Bali. Aku mendapat tawaran ini dari pihak sekolah karena memang sudah ada jatahnya untuk staff tata usaha mendapatkan kursi untuk menjadi pendamping. Aku yang notabene masih staff baru ini menjadi opsi terakhir yang didaftarkan. Sebelumnya, beberapa staff tata usaha diberi tawaran untuk mengikuti, namun banyak kendala sehingga mereka tidak bisa ikut menjadi pendamping. Dan akhirnya tawaran itu jatuh di opsi terakhir, yaitu aku. Kalau aku mah seneng-seneng aja, secara piknik, tidak harus ngantor. HAHAHA, refreshinglah sejenak dan keluar dari kepenatan dinding-dinding kantor yang itu-itu melulu.

Kami berangkat jam 06.00 pada hari senin (07/05) dari Jepara. Kami menggunakan bis. Bayangkan saja, perjalanan ini akan ditempuh lama. Bakalan tepos ngejogrok di kursi bis seharian suntuk. Aku menjadi pendamping untuk kelas Tata Busana dan Logam. Selama di bis anak-anak sibuk karokean supaya tidak jenuh dalam perjalanan. 

Kami sampai pelabuhan Ketapang pukul 03.00. Udara dingin menyergap jaket jeansku. Dikapal, aku pun terlelap supaya tidak merasakan peregarakan kapal yang membuat pusing kepala. Perjalanan menggunakan kapal hanya ditempuh 1,5jam. Tidak lama memang, tapi goyangan kapal itu memabukkan. Bikin mual saja.

Sampai pelabuhan Gilimanuk, langit masih gelap. Kami turun dari kapal dan menuju bis. Mulai tidur lagi sambil menuju destinasi pertama kami yaitu Tanah Lot. Perjalanan dari pelabuhan menuju Tanah Lot memakan waktu 2 jam-an. Jalannya meliuk-liuk serta melewati hutan-hutan. 

Sampai di Tanah Lot, para pendamping pun segera menuju ke penginapan yang sudah di siapkan oleh tour and travel-nya untuk bersih diri. Sedangkan para siswa dibiarkan untuk memakai pemandian umum dan harus antri banyak XD wakaka. Setelah semua bersih diri, kami menuju Bali Agung untuk sarapan. Di restoran ini terdapat pula oleh-oleh khas Bali yang diperjualkan untuk wisatawan. Ada berbagai macam oleh-oleh khas Bali, misalkan aja baju pantai, gelang, kalung, dream catcher, pie susu, kacang disco, gantungan kunci dll.

Kemudian, kami pun menuju bibir Pantai Tanah Lot. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang menikmati desiran angin pantai. Tanah Lot ini terkenal dengan pura yang berada di atas bongkahan tebing. Hal ini menjadi salah satu ciri khas yang ada di Tanah Lot ini. Masuk gerbangkami disambut oleh langit biru dan desiran ombak yang menghantam karang. Para wisatawan pun banyak yang meng-capture momen dengan cara selfie maupun swafoto bersama rekan perjalnannya. 











Sisi kiri di kawasan Tanah Lot adalh bentangan pasir dan pantai yang beradu. Pasir disini berwarna hitam. Kemudian, ada ular sancai yang katanya penjaga Tanah Lot ini. Jika menyentuhnya maka keinginan akan terkabul (?), menurutku itu hanya mitos belaka. Entahlah semua tergantung kepercayaan masing-masing sih.



You May Also Like

2 comments

  1. Indahnya bali, tapi tersiksa bngt pergi naik bis wkwkwk.. tp mo gimana lagi ye kan, namanya jg dibayarin 😁😁

    ReplyDelete
  2. Itu anak-anak mandi di pemandian umum dimana mbak? Di kawasan Tanah Lot atau di dekat patung Rama Sinta?
    Kerja di sekolah apa sih mbak kok nama kelasnya kelas tata busana dan logam?

    ReplyDelete

silahkan berkomentar sesuka hati disini..