Memories of Jakarta

by - 10:11 AM

8 November 2018, adalah kali pertama aku menginjakan kaki ke Ibu kota Jakarta. Dari Jepara aku menggunakan Travel untuk ke stasiun kereta api Poncol Semarang. Biaya travel Rp.45.000 dan untuk tiket Semarang-Jakarta sebesar Rp. 140.000. Aku tidak sendirian, aku bersama Eny dan Cytra. Kita yang tinggal di beda kota ini harus janjian di Stasiun Poncol untuk naik kereta yang sama yang sudah kami pesan sebelumnya. 

Kami ke Jakarta punya tujuan tertentu yakni untuk mewujudkan mimpi kami. Haha, kami mengikuti test CPNS dan dilaksanakan di kantor BKN Jaktim. Kami pun memilih instansi yang sama yaitu Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Yap, that is my dream job place. Aku ingin jadi pustakawan di Perpusnas. Impianku. Dan sebelum mengikuti tes cpns ini pun aku belajar, bahkan aku mengikuti bimbel cpns yang terletak di Bangsri, yah kalau dari rumahku jaraknya sekitar 17km. Sebegitu pengennya aku untuk kerja di Perpusnas. 

Di kereta, kami bertiga pun belajar. Mengahfalkan undang-undang, tata negara bahkan sampai sejarah Indonesia. Jika capek mikir, kami rehat sejenak dan bercanda-canda lalu curhat masalah kehidupan pribadi. Maklum, kami sudah lama tidak bertemu. Jadi, banyak cerita yang harus dibagi. 

Pukul, 20.00 kami sampai di stasiun Pasar Senen. Lalu memesan Grab untuk mengantarkan kami ke penginapan yang telah kami pesan jauh hari. Kami menginap di Reddorz Near Pancoran.  

Hari Jum'at keesokan harinya adalah jadwalku untuk mengikuti tes. Eny dan Cytra jadwalnya Sabtu. Lalu, aku memesan Grab Bike untuk mengantarkan ke gedung BKN. Jaraknya dari penginapan sekitar 13km. 

Sampai di Gedung BKN, aku bertemu dengan Annisatul, teman kuliahku. Dia sudah  selesai mengikuti tes, karena dia dapat tes di sesi pertama. Sayang, belum rejeki dia. Nilai akan langsung keluar setelah mengikuti tes. Dan nilainya dia tidak sampai di batas Passing Grade. Dan mendapat cerita itu aku pun makin deg-degan, gelisah dan ingin semuanya segera berakhir. Dalam hati aku terus berdoa. Semoga Allah mewujudkan impianku untuk lolos dan bisa bekerja di Perpusnas RI!

Akhirnya giliranku pun tiba. Aku segera menjawab soal-soal yang tertera di layar monitor.  Untuk soal kewarganegaraan, kebanyakan adalah implementasi keseharian. Jadi, hapalan-hapalan yang aku rekam di otak hanya muncul1-2 soal. Lalu, soal intelegensi umum, yah seperti pada umunya, matematika, bahasa indonesia, sinonim, antonim dsb. Kemudian, untuk soal karakteristik pribadi, yah sama pada umumnya.  Untuk soal tesnya daripada tahun 2017 kemaren yang aku ikuti, yang berbeda adalah di kewarganegaraan karena gak perlu hapalan. Nah, itu bagus sih menurutku karena lebih ke jawaban kita masing-masing mengenai penerapan pancasila di kehidupan pribadi. 

Saat aku klik tombol selesai, nilai pun keluar. dan.... Jeng! Jeng!!! Kewarganegaraan aku dapat nilai 100, Intelegensi Umum 80 dan karaktersistik priadi adalah 136. Artinya adalah nilaiku yang Karakteristik Pribadi tidak mencapai passing grade. Hanya kurang 7 poin saja dari passing grade. Ah, alhamdulillah. Mungkin perpusnas belum menjadi rejeki ku di tahun 2018 ini. Lemes seketika.

Aku bertemu teman-teman kuliah yang mengikuti tes cpns ini. Dan mereka pun gagal di TKP. haha, mungkin pribadi kita kurang kali yak. Yah, kegagalan ini buat pelajaran agar kita memperbaiki karakter kita. Semoga tahun depan saat cpns lagi kita bisa lolos. amiin amiin!!

Esoknya, gantian Eny dan Cytra yang tes. Dan hasilnya pun sama. Mereka tidak mencapai passing grade. Yah, itu mungkin rejeki kami. Dan sama juga, gagalnya di tes karakteristik pribadi. cpns di di tahun ini memang kebanyakan gagalnya di TKP. Sebenarnya sama kayak tahun lalu, batas nilainya 143 namun tahun ini soalnya cukup sulit dan jawabannya tuh hampir sama. Jadi, mengecoh. atau mungkin aku yang kurang teliti, bisa jadi :D 

Kami akan pulang ke Semarang dengan naik kereta malam pukul 23.00. Karena tes selesai siang, akhirnya kami pun memutuskan jalan-jalan. Kami bertemu dengan Brigita, teman keluliah kami yang sudah kerja di BI Jakarta. Kami rekrut dia untuk jadi guide haha. Kami ketemuan di Atrium Mall. Lalu, kami pun pergi ke Kota Tua, Museum Fatahilah. 

Mengingat ini adalah Saturday Night, orang-orang berbondong-bondong untuk menikmati SatNight di Kota Tua. Kami pun harus berdesak-desakan. Ah, ternyata ada konser juga disana, pantas saja ramai!








Di Kota Tua ini banyak cafe bergaya vintage yang berjejer di sepanjang jalan. Cukup unik sih, tapi kata Brigita harganya menjulang. Sayang duit sih kalau cuma buat nongkrong di cafe. akhirnya kami pun hanya muter-muter saja ditengah hiruk pikuk manusia. Perut tidak bisa dibohongi, kami pun makan dipinggir jalan. Rasanya sih biasa saja, tapi kalau harganya, jika berada di Jepara harga segitu udah dapat yang rasanya spesial enak!

Hampir pukul 23.00, kami pun segera ke Pasar Senen. Gak mau ketinggalan kereta dong! Kami pun sangaaat berterima kasih sama Brigita yang mau menemani ketika di Kota Tua ini dengan segala kerempongan kami. Semoga bisa bertemu lagi ya Brig!! 

Kereta pun melajau menuju Semarang. Kami pulang dengan perasaa campur aduk. Senang dan sedih. Kalau aku sih, sedih. Karena impianku.. ah, mungkin rejekiku tidak di Jakarta. Aku pikir begitu. Namun sisi lain, aku berharap tahun depan aku bisa mencoba lagi dan rejekiku. Aamin. Paling sedih adalah ketika aku takut mengecewakan orang tuaku yang selalu menyelipkan namaku di doanya untuk kesuksesanku.

Ah, aku pikir kita hidup pasti ada keberhasilam dan kegagalan. Hal itu sangatlah wajar. Maka dari itu, daripada berlarut-larut dalam kesedihan saatnya aku untuk bangkit! Masih ada kesempatan-kesempatan baik di luar sana. Allah selalu menyiapkan kejutan-kejutan bagi hambaNya yang menggantungkan segala asa padaNya. Ku serahkan kesedihan dan kekhawatiran ini hanya pada Allah. Aku yakin, allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambaNya :)).

You May Also Like

19 komentar

  1. Alhamdulillah, banyak ketemu teman...dan bsa keliling ibu kota...
    ntar datang lagi ke ibukota, siapa tahu rezekinya tahun depan...

    ReplyDelete
  2. Cheer up and keep your head up. Kegagalan kan bisa dijadikan pelajaran.. Ambil aja sisi positifnya, bisa ketemu temen lama sama ketemu ondel-ondel kan hahaha

    ReplyDelete
  3. Kalau tes cpns memng hrs gigih mbak, temen banyakan di kali kedua baru lolos krn sdh tahu celahnya. Semoga bisa lolos tahun depannya.

    ReplyDelete
  4. mba sampean keren amat niat bgt belajar untuk cpns JANGAN MENYERAH MBA. KESEMPATAN LAIN PASTI DAPAT. MANGAAAAAT~ btw kenapa banget pingin kerja di perpus nasional? :D

    ReplyDelete
  5. Hai kakak dari Jepara...
    Salam kenal.
    Wah seru sekali ya, meskipun gagal tes CPNS-nya. Tapi, ada perjalanan yang tidak terlupakan.
    Mulai dari ketemu temen kuliah yang sama-sama tes CPNS dan sama-sama gagalnya, eh.
    Tapi, meski gagal, kakak bisa jalan-jalan di Ibukota sama temen-temen sebagai obat dari kegagalannya.

    Aku dari dulu pengen ikut tes CPNS tapi kayak malas mengurus dan ikutan tes-nya.

    ReplyDelete
  6. Seru ya mbak bisa ketemu teman teman kuliah lagi, sisi positifnya bisa reunian dadakan :D

    ReplyDelete
  7. Seru ya, meskipun gagal, ada banyak pelajaran dan kenangan.
    kangen deh ama kota tua, kemaren ke Jakarta sempat ke sana tapi rame banget.
    Dan panas maksimal hahaha

    Kalau malam lebih mending kayaknya, meski gak asyik juga gak bisa motret bangunan-bangunan kunonya :)

    ReplyDelete
  8. tes cpns sekarang susah banget ya, mbak... subhanallah banget deh.
    semoga tahun depan berhasil ya, insyaAllah nanti di tempat yang terbaik dan makin banyak lagi pengalaman jalan-jalannya :)

    ReplyDelete
  9. Mbak enak sudah pernah ke JAKARTA, saya mah masih tahap menghayal doang,hahahah....

    Kapan bisa ke Jakarta, biar bisa naik MONAS. hahahah......

    ReplyDelete
  10. yang penting sudah berusaha, mbak. Semoga nanti ada kesempatan lain yang mungkin lebih baik. Tetap semangat yaaa. Lihat-lihat fotonya saya juga jadi kangen kota tua.

    ReplyDelete
  11. kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, mungkin tahun depan atau di kesempatan lain. Tetap semangat :)

    ReplyDelete
  12. Semoga test berikutnya berhasil dilalui, kak.
    Ikut mendoakan.
    Terkadang Tuhan punya rencana indah lain dibalik suatu kegagalan.

    ReplyDelete
  13. Jakarta tu kota yg banyak kenangan namun sumpek juga. Macet disana sini

    ReplyDelete
  14. Waduh mbak tuiiiiing salah satu di foto itu ada yang lolos ya, semoga tes CPNS selanjutnya itu rejekinya ya mbak Aamiiiiin

    ReplyDelete
  15. Semangaaatt Mbaaa!! Semoga dintes berikutnya lolos yaaa, klo rejeki ga akan kemana 😚

    ReplyDelete
  16. Wah jadi inget kenangan waktu ke jepara yang "berdarah-darah" sampe ketinggalan kapal mau ke karimun jawa hahahaha

    ReplyDelete
  17. Semoga sukses lagi di tes CPNS berikutnya yaaaaa.....

    ReplyDelete
  18. Semangat mbak! Aku juga ikut cpns, nggak lulus pas pengumuman akhir, maklum saingannya senior, yg diambil 2 .ehe blm rezeki ya. Smoga kita smua diberikan ke ikhlasan <3

    ReplyDelete

silahkan berkomentar sesuka hati disini..